Tampilkan postingan dengan label Tugas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tugas. Tampilkan semua postingan

18 Mar 2016

Tugas Akuntansi Internasional

 BAB V

Pelaporan dan Pengungkapan

Akuntansi Internasional

(Bagian 2)


Kebutuhan Independen

Jajaran Direksi Volvo harus memenuhi persyaratan kebebasan menurut peraturan Bursa Saham Sctockholm, code dan regulasi NASDAQ (National Association of Securities Dealers Automated Quotations). Dibawah deskripsi peraturan Bursa Saham Stcokholm dan code, persyaratan kebebasan berarti :

1.   Hanya ada ada satu orang dari manajemen perusahan (mungkin seorang anggota direksi), dimana mayoritas direksi pasti bebas dari perusahaan dan manajemen perusahaan. Paling tidak, dua orang anggotanya bebas dari status pemegang saham perusahaan mayoritas.
2.   Anggota mayoritas dalam komisi audit harus bebas dari perusahaan dan paling tidak satu anggota harus bebas dari pemegang saham mayoritas perusahaan.
3.      Anggota komisis renumerasi (dengan pengecualian ketua direksi jika anggota dari komisi renumerasi ) , harus bebas dari perusahaan dan manajemen perusahaan.
Menanggapi tuntunan mengenai kebebasan direksi, komisi pemilihan harus melaporkan kepada perusahaan tentang pemahaman kebebasan anggota direksi dari perusahaan dan manajemen perusahaan seperti pemegang saham terbesar.

Dalam kasus Volvo
Finn Johnson, Patrick Faure, Haruko Fukuda
Luosi Schweitzer, Ken Whipple
Orang-Orang Independen Volvo
Independen
Leif Johanson
CEO Volvo
Tidak Independen
Tom Hedelius dan Per-Olof Eriksson
Anggota Direksi Volvo
Tidak independen
Patrick Faure, Luosi Schweitzer
Mewakili Direksi perusahaan yang mengontrol lebih dari 10% saham Volvo
Tidak Independen
Disimpulkan bahwa semua orang tersebut tidak sesuai dengan Code yang dianggap berhubungan dengan pemegang saham utama perusahaan.


Komisi  Audit

Direksi membentuk sebuah komisi Audit yang tujuan utamanya mengawasi proses pelaporan keuangan dan akuntansi serta laporan audit keuangan. Komisi Audit bertanggung jawab untuk :
1.   Menyiapkan pekerjaan Direksi dengan kepastian laporan keuangan perusahaan melalui pengulasan laporan interim dan laporan tahunan.
2.      Mengevaluasi kinerja auditor seperti memberikan komisi pemilihan dengan hasil evaluasi
3.      Membantu menyiapkan proposal untuk auditor
Dalam audit, perusahaan bisa mendapatkan auditor dari perusahaan dan boleh memberikan pedoman dan keputusan dalam transaksi dengan perusahaan dan semua orang yang bersangkutan.


Komisi Renumerasi

Direksi membentuk komisi renumerasi dengan tujuan utamanya menyiapkan dan memutuskan pengeluaran pembayaran upah untuk eksekutif senior di Group. Kewajiban komisi ini meliputi :
1.   Penyajian rekomendasi untuk solusi dari Direksi menyangkut ketentuan kepegawaian dan pemberian gaji Presiden dan Wakil Eksekutif Presiden
2.   Prinsip-prinsip pembayaran gaji, termasuk pensiun dan pemotongan pembayaran untuk semua anggota Group Executive Committee
3.       Prinsip keragaman sistem gaji
4.    Program insentif berdasarkan saham, pensiun dan pemotongan pembayaran untuk senior eksekutif lain di Group
5.    Memutuskan ketentuan kepegawaian individual untuk anggota lain Komisi Ekfsekutif Group sesuai dengan prinsip yang dibangun direksi


Group Executive Committee

Keterangan umur, pendidikan, keanggotaan di Direksi, kepemilikan saham, tahun bergabung, dan setiap anggota Group Executive Committee.


Audit Eksternal

Auditor dipilih dalam Rapat Umum Tahunan, untuk periode empat tahun.
·     Auditor melaporkan temuan mereka kepada pemegang saham dengan laporan audit yang mereka hadirkan dalam Rapat Umum Tahunan pemegang saham.
·        Laporan audit merinci temuan yang dibuat sejak pertemuan terakhir dengan Komisi Audit setiap rapat biasa Komisi Audit dan pertemuan dengan Direksi secara lengkap setahun sekali.

Layanan Auditor eksternal :
1.      Pemberi nasihat untuk kesiapan perusahaan dan implementasi pengujian dan laporan kendali internal (dibawah ketentuan US Sarbanes-Oxley Act)
2.      Sebagai penasihat dalam masa transisi ke IFRS
3.      Penasihat perpajakan dan layanan lainnya terkait audit


Pengaturan Pengendalian Internal terhadap Pelaporan Keuangan

Menindaklanjuti prosedur dan kebijakan harus disesuaikan dengan ketetapan Sarbanes-Oxley Act (SOX) yang beruhubungan dengan fakta bahwa saham telah terdaftar pada Securities & Exchange Commission (SEC) di Amerika Serikat. Kebijakan dan instruksi harus seragam dengan standar internasional dan dijalankan dengan sangat baik yang dinilai kembali setiap tahun.
SOX bagian 404, mewajibkan pendaftar SEC untuk :
·         Menyertakan dalam laporan tahunannya sebuah laporan kendali internal dalam laporan keuangan.
·         Laporan harus menyertakan sebuah laporan mengenai hasil evaluasi perusahaan dalam hal efektivitas pengendalian internal dalam laporan keuangan di akhir tahun periode keuangan bersangkutan
·         Harus melampirkan sebuah laporan dari auditor
·         Harus mengimplementasikan sebuah kerangka kerja kendali internal yang telah diakui.

Contoh kerangka kerja kendali internal yaitu COSO (Committee of Sponsoring Organisations of Treadway Commission ). COSO terdiri atas lima komponen yang saling berhubungan di mana sejumlah sasaran yang harus tercapai pada masing-masing komponen. Komponen itu terdiri dari:
1.      Pengendalian lingkungan
2.      Risiko Penilaian
3.      Pengendalian Aktivitas
4.      Informasi dan komunikasi
5.      Pengawasan


Komisi Pengungkapan

Komisi ini berkontribusi untuk memastikan bahwa perusahaan memenuhi kewajibannya sesuai dengan peraturan yang bisa diterapkan seperti halnya menjabarkan peraturan untuk mengungkap semua informasi pasar keuangan yang memengaruhi harga saham. Terdiri atas kepala staff perusahaan, keuagan perusahaan, Audit Internal, Relasi Investor, Laporan keuangan dan Legal perusahaan.


Ketentuan Renumerasi & Ketentuan Kepegawaian lainnya

Pedoman ketentuan renumerasi dan ketentuan kepegawaian lainnya untuk manajemen perusahaan yaitu :
·       Harus kompetitif untuk memastikan bahwa perusahaan bisa menarik dan memelihara kemampuan seseorang dalam Group Executive Committee
·         Gaji tetap harus kompetitif dan mencermikan tanggungjawab dan kinerja tiap individu
·       Keragaman gaji mungkin sampai 50% dari gaji tetap tahunan dan berdasarkan pemenuhan pencapaian target tertentu dan/atau berdasarkan Executive Committe perusahaan
·         Peningkatan target diputuskan oleh Direksi


Pengungkapan & Laporan Bisnis di Internet

Sebuah perkembangan penting yang akan memfasilitasi pelaporan bisnis melalui web adalah eXtensible Business Reporting Language (XBRL). XBRL adalah sebuah sistem penamaan informasi atau data. “Tanda” data, yang bekerja seperti barcode , menggambarkan informasi keuangan yang mereka pasangkan. Spesifikasi XBRL dikembangkan dan dipublikasikan oleh XBRL International, Inc Penggolongan kemudian berkembang untuk penyaluran, pertukaran, dan penyimpulan informasi.

XBRL merupakan bahasa baku pelaporan bisnis berbasis XML (eXtensible Markup Language) yang dikembangkan untuk memfasilitasi komunikasi data bisnis dan data keuangan secara elektronis. Akan tetapi, penerapan XBRL terus diperluas sehingga mencakup juga informasi non-keuangan yang bersifat kualitatif. Contoh penerapan XBRL untuk pelaporan non-keuangan adalah penggunaan XBRL dalam penyampaian laporan tanggung jawab sosial perusahaan.


Cara Kerja XBRL





Taksonomi standar (standard taxonomy) mendefinisikan konsep data yang dilaporkan serta mendefinisikan terminologi yang digunakan dalam laporan. Dibandingkan dengan laporan yang dibuat dengan kertas, taksonomi standar identik dengan formulir kosong yang akan diisi dengan data. Taksonomi standar juga mendefinisikan atribut-atribut konsep data melalui berbagai komponen (linkbases).

Taksonomi perluasan (extension taxonomy) hampir sama dengan taksonomi standar, mencakup konsep-konsep laporan yang diperluas sesuai dengan informasi spesifik yang dilaporkan oleh perusahaan tertentu. Regulator bisa juga menggunakan taksonomi perluasan, jika regulator itu membutuhkan informasi tambahan lebih rinci yang belum tercakup dalam taksonomi umum yang tersedia.

Data perusahaan adalah isi atau kandungan informasi yang akan dilaporkan dalam format XBRL.

Proses pembubuhan tag (tagging process) adalah pemetaan data dengan mengidentifikasi dan mencocokkan data perusahaan dengan konsep-konsep dalam taksonomi untuk menghasilkan doKumen XBRL.

Dokumen adalah data laporan yang telah diubah menjadi format XBRL. Selain berisi data, dokumen XBRL juga memuat informasi mengenai identitas entitas pelapor, periode laporan, satuan pengukuran, serta tingkat presisi yang digunakan. Penyusun laporan tidak perlu menetapkan format laporan, karena taksonomi telah menetapkan format laporan. Dibandingkan dengan laporan yang dibuat dengan kertas, dokumen XBRL identik dengan data yang telah diisikan ke dalam formulir.


Tampilan XBRL
Untuk mendapatkan gambaran dunia nyata penerapan XBRL, Hoffman dan Watson (2010) menunjukkan salah satu perangkat lunak berbasis Web yang bisa digunakan untuk melihat taksonomi XBRL, yaitu Yeti Explorer (http://bigfoot.corefiling.com/yeti/resources/yeti-gwt/Yeti.jsp), yang disediakan oleh CoreFiling.



Gambar di atas menyajikan kotak dialog Open Taxonomy, yang berisi daftar taksonomi publik yang ada dalam pustaka taksonomi CoreFiling. Sebagai contoh, kita akan melihat taksonomi IFRS (2013)
Dari kotak dialog Open Taxonomy, klik IFRS (2013), klik Full, dan selanjutnya klik tombol Open.

Yeti Explorer akan menampilkan taksonomi XBRL untuk IFRS (2013) dalam satu halaman Web yang terdiri dari tiga bagian. Bagian kiri berisi daftar elemen-elemen laporan keuangan berbasis IFRS. Untuk melihat salah satu elemen, kita hanya perlu mengklik tanda plus (+) yang terletak di depan labelnya. Sebagai contoh, laporan posisi keuangan (neraca) dibagi menjadi dua klasifikasi: lancar/tidak lancar dan urutan likuiditas.

Bagian kanan terdiri dari tiga tab (DetailsRelationships, dan Tree Locations) untuk masing-masing elemen. Gambar berikut menyajikan atribut rinci dari aset Cash and cash equivalents.



Setelah kita melihat taksonomi, Kita bisa menemukan laporan keuangan berformat XBRL dari halaman EDGAR | Company Filings di situs resmi SEC. Sebagai contoh, kita mencoba menulis microsoft, lalu mengklik tombol Search.



Kita menemukan dua hasil pencarian. Pilih MICROSOFT CORP dengan mengklik CIK#: 0000789019. Halaman hasil pencarian untuk MICROSOFT CORP berisi daftar laporan yang dikirimkan oleh perusahaan tersebut kepada SEC. Gulung halaman ke bawah hingga menemukan dokumen dengan data interaktif. Klik pada tombol berlabel Interactive Data paling atas yang tampak sebagai berikut.



Kita akan menemukan menu navigasi dokumen XBRL yang ditampilkan oleh browser sebagai berikut.


Selain itu, kita juga bisa mengunduh laporan keuangan Microsoft Corp. dalam format Excel untuk dianalisis lebih lanjut.


PENGUNGKAPAN LAPORAN TAHUNAN DI NEGARA-NEGARA DENGAN PASAR BARU MUNCUL

Pengungkapan dalam laporan tahunan perusahaan dari negara dengan pasar yang baru muncul biasanya kurang luas dan kurang dapat dipercaya dari pada semua perusahaan dari negara berkembang. Pengungkapan yang tidak memadai dan menyimpang serta melemahnya proteksi investor telah dicatat sebagai kontribusi untuk krisis keuangan Asia Timur pada tahun 1997.
1.      Level pengungkapan yang rendah di negara dengan pasar baru muncul, disebabkan oleh :
2.      Sistem pemerintahan dan keuangan perusahaan
3.      Ekuitas pasar tidak berkembang dengan baik
4.      Bank dan orang dalam (seperti keluarga) menyediakan keuangan yang paling besar
5.      Pengungkapan publik yang tepat waktu lebih penting daripada mengembangkan ekonomi.


IMPLIKASI BAGI PENGGUNA LAPORAN KEUANGAN & MANAJER

Pengguna laporan keuangan mengharapkan tingkat pengungkapan dan praktik pelaporan keuangan yang luas. Walaupun para manajer di berbagai perusahaan terus terpengaruh dengan biaya pengungkapan informasi kepemilikan, tingkat pengungkapan yang bersifat keharusan dan sukarela terus meningkat di seluruh dunia. Manajer di negara dengan tradisi pengungkapan yang rendah harus memahami apakah pemakai kebijakan yang mempertinggi pengungkapan bisa memberikan keuntungan yang signifikan untuk perusahaan mereka.

Referensi
Buku 1 Edisi 6, International Accounting oleh Frederick D.S.Choi & Gary K. Meek

http://www.warsidi.com/2014/01/mengawali-tahun-dengan-xbrl.html

22 Nov 2015

Penerapan Sistem Good Corporate Governance (GCG) Industri Makanan



Jurnal
Sekilas Abstrak
Hasil Penelitian
Pengaruh Kinerja Keuangan, Good Corporate Governance Terhadap Nilai Perusahaan Food and Beverage


Tri Kartika Pertiwi &
Ferry Madi Ika Pratama
UPN Veteran Jawa Timur
menganalisis Good Corporate Governance sebagai variabel moderasi.Obyek penelitian adalah perusahaan Food and Bevarage.
Good Corporate Governance tidak mampu memoderasi pengaruh kinerja keuangan terhadap nilai perusahaan food and beverages yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa variabel Good Corporate Governance yang diproksikan dengan kepemilikan manajerial bukanlah variabel pemo-derasi. Disebabkan oleh karena struktur kepemilikan manajerial di Indonesia masih sangat kecil dan didominasi oleh keluarga. Pemilik (principal/investor/ pemegang saham) belum bisa memberikan keper-cayaan penuh mengenai jalannya perusahaan kepada manajemen perusahaan. Di samping itu, pemegang saham menganggap bahwa Dewan Komisaris tidak memiliki pengetahuan yang cukup mengenai per-usahaan mereka.


PENERAPAN PRINSIP-PRINSIP GOOD CORPORATE GOVERNANCE PADA PERUSAHAAN KELUARGA : STUDI DESKRIPTIF PADA DISTRIBUTOR MAKANAN




Lukas William Andypratama dan Ronny H. Mustamu
Universitas Kristen Petra

Dalam perkembangannya perusahaan keluarga tidak lepas dari konflik antara pihak pemilik dengan stakeholder. Untuk penyelesaian konflik maka penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG), yang terdiri dari prinsip transparency, accountability, responsibility, independency, dan fairness, sangat dibutuhkan dalam perusahaan.
Hal ini sangat penting karena dengan melaksanakan GCG bisa menambah performance dan valuasi perusahaan tersebut.  Penulisan ini meneliti bagaimana penerapan prinsip Good Corporate Governance pada suatu perusahaan yaitu distributor makanan.

Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti, didapati masih ada bagian dari prinsip GCG yang belum dilaksanakan, yaitu prinsip accountability dan responsibility. Diharapkan perusahaan bisa melaksanakan prinsip accountability dan responsibility yang belum terlaksana, sambil tetap mempertahankan prinsip-prinsip lainnya.

Pengaruh Good Corporate Governance Terhadap Kinerja Perusahaan


Tri Purwani
Fakultas Ilmu Komputer Universitas AKI
Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pengaruh Good Corporate Governance (CGG) terhadap kinerja perusahaan. Penerapan GCG diukur berdasarkan hasil survei tahunan oleh The Indonesia Institute for Corporate Governance (IICG) yang diterbitkan dalam The Report of Performance Index Corporate Governance (CGPI). Penelitian ini menggunakan regresi sebagai instrumen statistik. Sampel perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Jakarta yang mengambil bagian survei oleh IICG dan mencetak gol di CGPI selama tahun 2004 sampai 2008. Dua variabel lain, peluang pertumbuhan dan ukuran perusahaan ditambahkan sebagai variabel kontrol dari variabel penerapan GCG.

Penerapan good corporate governance tidak berpengaruh secara langsung terhadap kinerja perusahaan dengan alat ukur EVA Momentum. Hal ini berarti tidak konsisten dengan teori yang
menyatakan bahwa penerapan good corporate governance berpengaruh positif terhadap kinerja perusahaan yang kemudian disebut dengan anomali.
Faktor anomali :

·         Manfaat yang dapat dirasakan dari penerapan GCG bersifat long term atau jangka panjang

·         Banyak perusahaan yang masih menerapkan prinsip GCG hanya karena dorongan regulasi. Prinsip-prinsip GCG belum menjadi kultur dalam perusahaan dan belum dimanfaatkan hingga pada tingkat penunjang kinerja perusahaan secara signifikan dan dalam menilai kinerja perusahaan.

·         Sistem birokrasi dan penegakan hukum yang masih sangat buruk di Indonesia, serta pemberantasan korupsi yang lemah semakin mendukung kurangnya keseriusan perusahaan-perusahaan di Indonesia dalam menerapkan Good Corporate Governance.  





Kesimpulan :

Hasil kesimpulan kami berdasarkan ketiga referensi jurnal diatas adalah bahwa penerapan Good Corporate Governance industri makanan di Indonesia masih kurang efektif karena mayoritas pemegang saham adalah keluarga, dimana Pemilik (principal/investor/ pemegang saham) belum bisa memberikan keper-cayaan penuh mengenai jalannya perusahaan kepada manajemen perusahaan. Dan berdasarkan alat hitung yang digunakan oleh masih-masih penulis diatas menunjukkan bahwa GCG tidak memberikan pengaruh terhadap variabel penelitian yang digunakan penulis. Prinsip-prinsip GCG belum menjadi kultur dalam perusahaan dan belum dimanfaatkan hingga pada tingkat penunjang kinerja perusahaan secara signifikan dan dalam menilai kinerja perusahaan.

18 Mei 2015

Conditional If on Story

Weekend Plans



Christine and Margaret are friends. They are both busy because the work and study! But on Wednesday they meet for coffee.

"What are you going to do this weekend?" asks Margaret.

"Well, I have a big project to finish for my design class. But if I can finish it by Friday, I'll do something fun as a treat," says Christine.

"That sounds great!" replies Margaret. "I think the ballet is coming to town.If it isn't too expensive, I'm going to buy tickets. Would you like to come?"

"Well, I don't really like ballet very much. If you want to go to the ballet in the evening, let's do something in the morning," says Christine.

"All right. If you have the energy, let's go swimming!" suggests Margaret.

"That sounds great! If I don't call you on Friday, send me an email at work," agrees Christine. "And if I don't answer, call me again. And if I don't pick up… oh, let's just make plans now! I'm too busy to plan later!"




source : http://www.really-learn-english.com/

6 Mei 2015

Passive Voice in the Story

The Monkey and The Crocodile

One day there was a monkey. He wanted to cross a river. There he saw a crocodile so he asked the crocodile to take him across the other side of the river. The crocodile agree and told the monkey to jump on its back. Then the crocodile swam down the river with the monkey on his top.

Unluckily, the crocodile was very hungry, he stopped in the middle of the river and said to the monkey, “My father is very sick. He has to eat the heart of the monkey. So he will be healthy again.”

At the time, the monkey was in dangerous situation and he had to think hard. Then he had a good idea. He told the crocodile to swim back to the river bank. “What’s for?” asked the crocodile. “Because I don’t bring my heart,” said the monkey. “I left it under a tree, near some coconuts in the river bank.”
The crocodile agreed and turned around. He swam back to the bank of the river. As soon as they reached the river bank, the monkey jumped off the crocodile’s back. Then he climbed up to the top of a tree.

“Where is your heart?” asked the crocodile. “You are foolish,” said the monkey to the crocodile. “Now I am free and I have my heart.
CopyRight : http://www.disukai.com


Passive Voice in the strory above
He asked the crocodile to take him across the other side of the river
The crocodile swam down the river with the monkey on his top
The crocodile agreed and turned around
He climbed up to the top of a tree




25 Des 2014

Tugas 3_Penelitian Masalah Sosial Pada Kenakalan Remaja

BAB 1
PENDAHULUAN


Latar Belakang Masalah

Kenakalan remaja dalam studi masalah sosial dapat dikategorikan ke dalam perilaku menyimpang. Perilaku menyimpang dalam masalah sosial terjadi karena terdapat penyimpangan perilaku dari berbagai aturan-aturan sosial ataupun dari nilai dan norma social yang berlaku. Perilaku menyimpang dapat dianggap sebagai sumber masalah karena dapat membahayakan tegaknya sistem sosial.

Untuk mengetahui latar belakang perilaku menyimpang perlu membedakan adanya perilaku menyimpang yang tidak disengaja dan yang disengaja, diantaranya karena si pelaku kurang memahami aturan-aturan yang ada. Sedangkan perilaku yang menyimpang yang disengaja, bukan karena si pelaku tidak mengetahui aturan. Hal yang relevan untuk memahami bentuk perilaku tersebut, adalah mengapa seseorang melakukan penyimpangan, sedangkan ia tahu apa yang dilakukan melanggar aturan. Becker (dalam Soerjono Soekanto,1988,26), mengatakan bahwa tidak ada alasan untuk mengasumsikan hanya mereka yang menyimpang mempunyai dorongan untuk berbuat demikian. Hal ini disebabkan karena pada dasarnya setiap manusia pasti mengalami dorongan untuk melanggar pada situasi tertentu, tetapi mengapa pada kebanyakan orang tidak menjadi kenyataan yang berwujud penyimpangan, sebab orang dianggap normal biasanya dapat menahan diri dari dorongan-dorongan untuk menyimpang.

Proses sosialisasi terjadi dalam kehidupan sehari-hari melalui interaksi sosial dengan menggunakan media atau lingkungan sosial tertentu. Oleh sebab itu, kondisi kehidupan lingkungan tersebut akan sangat mewarnai dan mempengaruhi input dan pengetahuan yang diserap. Salah satu variasi dari teori yang menjelaskan kriminalitas di daerah perkotaan, bahwa beberapa tempat di kota mempunyai sifat yang kondusif bagi tindakan kriminal oleh karena lokasi tersebut mempunyai karakteristik tertentu, misalnya (Eitzen, 1986 : 400), mengatakan tingkat kriminalitas yang tinggi dalam masyarakat kota pada umumnya berada pada bagian wilayah kota yang miskin, dampak kondisi perumahan di bawah standar, overcrowding, derajat kesehatan rendah dari kondisi serta komposisi penduduk yang tidak stabil. Penelitian inipun dilakukan di daerah pinggiran kota yaitu di Pondok Pinang Jakarta Selatan tampak ciri-ciri seperti disebutkan Eitzen diatas. Sutherland dalam (Eitzen,1986) beranggapan bahwa seorang belajar untuk menjadi kriminal melalui interaksi. Apabila lingkungan interaksi cenderung devian, maka seseorang akan mempunyai kemungkinan besar untuk belajar tentang teknik dan nilai-nilai devian yang pada gilirannya akan memungkinkan untuk menumbuhkan tindakan kriminal.

Hal ini dapat dijelaskan bahwa pada umumnya pada masyarakat yang mengalami gejala disorganisasi sosial, norma dan nilai sosial menjadi kehilangan kekuatan mengikat. Dengan demikian kontrol sosial menjadi lemah, sehingga memungkinkan terjadinya berbagai bentuk penyimpangan perilaku. Di dalam masyarakat yang disorganisasi sosial, seringkali yang terjadi bukan sekedar ketidak pastian dan surutnya kekuatan mengikat norma sosial, tetapi lebih dari itu, perilaku menyimpang karena tidak memperoleh sanksi sosial kemudian dianggap sebagai yang biasa dan wajar.

Rumusan Masalah
Apa saja bentuk-bentuk kenakalan yang dilakukan remaja?
Apa hubungaanan antara kenakalan remaja dengan keberfungsian sosial keluarga ?
Bagaimana pemecahan masalah kenakalan remaja dengan memanfaatkan keluarga sebagai basis dalam pemecahan masalah.?

Tujuan Penelitian
Mengidentifkasi dan memberikan gambaran bentuk-bentuk kenakalan yang dilakukan remaja
Untuk mengetahui hubungaanan aaantara kenakalan remaja dengan keberfungsian sosial keluarga
Penelitian ini ingin memberikan pemecahan masalah kenakalan remaja dengan memanfaatkan keluarga sebagai basis dalam pemecahan masalah.

Manfaat Penelitian

Secara Umum:
Bagi masyarakat     : Agar generasi muda dapat bermanfaat dalam masyarakat.
Bagi pemerintah     : Agar dapat mencetak generasi meda yang panda, terampil sehigga dapat bekerja dan mengurangi pengangguran.

Secara Khusus:
Bagi siswa          : Agar siswa sadar mengenai pentingnya belajar dan dapat memperoleh prestasi maksimal.
Bagi orang tua         : Diharapkan orang tua ikut mengerti tentang kenakalan remaja kepada anaknya.


11 Nov 2013

BAB 9 - BAB 12

BAB 9
EVALUASI KEBERHASILAN KOPERASI
DILIHAT DARI SISI ANGGOTA


1. EFEK-EFEK EKONOMIS KOPERASI

Salah satu hubungan penting koperasi adalah dengan para anggotanya, yang sekaligus sebagai pemilik dan pengguna jasa koperasi.
Motivasi ekonomi anggota sebagai pemilik dan anggota akan mempersoalkan dana (simpanan) yang telah diserahkannya, apakah menguntungkan atau tidak. Sedangkan anggota sebagai pengguna akan mempersoalkan kontinuitas pengadaan kebutuhan barang dan jasa, untuk tidaknya tergantung pelayanan koperasi.
Setiap anggota akan berpartisipasi dalam kegiatan pelayanan perusahaan koperasi :
1. Jika kegiatan tersebut sesuai kebutuhannya
2. Jika pelayanan ditawarkan dengan harga, mutu dan syarat-syarat lebih menguntungkan disbanding dari pihak-pihak luar perusahaan


2. EFEK HARGA DAN EFEK BIAYA

Partisipasi anggota menentukan keberhasilan koperasi, sedangkan tingkat partisipasi anggota dipengaruhi oleh besarnya nilai manfaat pelayanan koperasi secara utilitarian dan normative. Motivasi utilitarian sejalan dengan kemanfaatan ekonomis,maksudnya insentif berupa pelayanan barang-jasa yang dilakukan koperasi secara efisien, atau adanya pengurangan biaya atau diperolehya harga menguntungkan serta penerimaan bagian SHU secara tunai maupun bentuk barang. Bila dilihat dari peranan anggota, maka setiap harga yang ditetapkan koperasi harus dibedakan antara harga unruk anggota dan harga non anggota, perbedaan ini megharuskan daya analisis yang lebih tajam dlam melihat koperasi dalam pasar yang bersaing.


3. ANALISIS HUB. EFEK EKONOMIS DENGAN KEBERHASILAN KOPERASI

Koperasi merupakan badan usaha ekonomi yang bertujuan untuk menigkatkan kesejahteraan hidup para anggotanya. Ditinjau dari konsep koperasi, fungsi laba tergantung pada besarnya partisipasi ataupun transaksi anggota dengan koperasinya. Semakin tinggi partisipasi anggota semakin tinggi manfaat yang terima oleh anggotanya.
Keberhasilan koperasi ditentukan salah satu faktornya adalah partisipasi anggota, partisipasi anggota sangat erat hubungannya dengan efek ekonomis koperasi yaitu manfaat yang diperoleh oleh anggota koperasi.


4. PENYAJIAN DAN ANALISIS NERACA PELAYANAN

Bila suatu koperasi bisa lebih memenuhi pelayan yang sesui dengan kebutuhan anggotanya dibandingkan dengan pesaingnya, maka partisipasi anggota terhadap koperasi akan meningkat. Untuk lebih meningkatnkan pelayanannya kepada anggota koperasi membutuhkan informasi yang dating dari anggotanya sendiri.
Ada 2 faktor koperasi harus meningkatkan pelayanan kepada anggota koperasinya :
1. Adanya tekanan persaingan dari organisasi lain
2. Perubahan kebutuhan manusia sebagai akibat dari perubahan waktu dan peradaban. Perubahan kebutuhan akan

BAB 10
EVALUASI KEBERHASILAN KOPERASI
DILIHAT DARI SISI PERUSAHAAN

1.      Efisiensi Perusahaan Koperasi
Koperasi adalah badan usaha yang kelahirannya di landasi oleh pikiran sebagai usaha kumpulan orang-orang bukan kumpulan modal. Oleh karena itu koperasi tidak boleh terlepas dari ukuran efisiensi bagi usahanya, meskipun tujuan utamanya melayani anggota.
  • Ukuran kemanfaatan ekonomis adalah manfaat ekonomi dan pengukurannya dihubungkan dengan teori efisiensi, efektivitas serta waktu terjadinya transaksi atau diperolehnya manfaat ekonomi.
  • Efisiensi adalah penghematan input yang diukur dengan cara membandingkan input anggaran atau seharusnya (la) dengan input realisasi atau seharusnya (ls), jika ls < la disebut efisien.
Dihubungkan dengan waktu terjadinya transaksi atau diperolehnya manfaat ekonomi oleh anggota dapat dibagi menjadi dua jenis manfaat yaitu:
1.1.Manfaat Ekonomi Langsung (MEL) adalah manfaat ekonomi yang diterima oleh anggota langsung diperoleh pada saat terjadinya transaksi antara anggota dengan koperasinya.
1.2.Manfaat Ekonomi Tidak Langsung (METL) adalah manfaat ekonomi yang diterima oleh anggota bukan pada saat terjadinya transaksi, tetapi diperoleh kemudian setelah berakhirnya suatu periode tertentu atau periode pelaporan keuangan atau pertanggung jawaban pengurus dan pengawas, yakni penerimaan SHU (Sisa Hasil Usaha) anggota.
Manfaat ekonomi pelayanan koperasi yang diterima anggota dapat dihitung dengan cara sebagai berikut:
TME = MEL + METL
MEN = (MEL + METL) – BA
Bagi suatu badan usaha koperasi yang melaksanakan kegiatan serba usaha (multipurpose), maka besarnya manfaat ekonomi langsung dapat dihitung  dengan cara sebagai berikut:
MEL = EfP + EfPK + EvP + EvPU
METL = SHUa
Efisiensi Perusahaan atau Badan Usaha Koperasi:
a.       Tingkat efisiensi biaya pelayanan badan usaha ke anggota
(TEBP) = Realisasi Biaya Pelayanan
               Anggaran biaya pelayanan
 = Jika TEBP < 1 berarti  efisiensi biaya pelayanan badan usaha ke anggota
b.      Tingkat efisiensi badan udaha ke bukan anggota
(TEBU) = Realisasi Biaya Usaha
                Anggaran biaya usaha
  = Jika TEBU < 1 berarti efisiensi biaya usaha

2.      Efektivitas Koperasi
Efektivitas adalah pencapaian target output yang diukur dengan cara membandingkan output anggaran atau seharusnya (Oa), dengan output realisasi atau seharusnya (Os), jika Os > Oa disebut efektif.
Rumus perhitungan efektivitas koperasi (EvK) adalah sebagai berikut:
EvkK = Realisasi SHUk + Realisasi MEL
           Anggaran SHUk + Anggaran MEL
          = Jika EvK > 1, berarti Efektif



3.      Produktivitas Koperasi
Produktivitas adalah pencapaian target output (O) atas input yang digunakan (I), jika (O>1) di sebut produktif.
Rumus perhitungan Produktivitas Perusahaan Koperasi
PPK =                     SHUk      x 100 %
(1)                                                Modal Koperasi
PPK =             Laba bersih dari usaha dengan non anggota   x 100 %
(2)                                                                                 Modal Koperasi

 (1) Setiap Rp.1,00 Modal koperasi menghasilkan SHU sebesar Rp…..
 (2) Setiap Rp.1,00 modal koperasi menghasilkan laba bersih dari usaha dengan non anggota sebesar Rp….

4.      Analisis Laporan Keuangan Koperasi
Analisis laporan keuangan koperasi merupakan bagian dari laporan pertanggungjawaban pengurus tentang tata kehidupan koperasi. Laporan keuangan sekaligus dapat dijadikan sebagai salah satu alat evaluasi kemajuan koperasi. Laporan Keuangan Koperasi berisi:
  1. Neraca.
  2. Perhitungan hasil usaha (income statement).
  3. Laporan arus kas (cash flow).
  4. Catatan atas laporan keuangan.
  5. Laporan perubahan kekayaan bersih sbg laporan keuangan tambahan.

BAB 11
PERANAN KOPERASI

Menurut Undang-undang No. 25 tahun 1992 Pasal 4 dijelaskan bahwa koperasi memiliki fungsi dan peranan antara lain yaitu mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota dan masyarakat, berupaya mempertinggi kualitas kehidupan manusia, memperkokoh perekonomian rakyat, mengembangkan perekonomian nasional, serta mengembangkan kreativitas dan jiwa berorganisasi bagi pelajar bangsa.

Peran koperasi dalam memajukan perekonomian masyarakat dari dulu hingga saat ini  sangat lah banyak. Karena masyarakat dapat meminjam atau berdagang pada koperasi tersebut. Bukan hanya itu saja  peranan yang dilakukan koperasi juga dapat membantu Negara untuk menggembangkan usaha kecil yang ada dalam masyarakat.

Peranan koperasi dalam perekonomian Indonesia adalah :
  1. Alat pendemokrasi ekonomi
  2. Alat perjuangan ekonomi untuk mempertinggi kesejahteraan rakyat
  3. Membantu pemerintah dalam mengelola cabang-cabang produksi yang tidak menguasai hajat hidup orang banyak
  4. Sebagai soko guru perekonomian nasional Indonesia (tiang utama pembangunan ekonomi nasional)
  5. Membantu pemerintah dalam meletakkan fondasi perekonomian nasional yang kuat dengan menjalankan prinsip-prinsip koperasi Indonesia

Peran Koperasi diberbagai Keadaan Persaingan
A.      Di Pasar Persaingan Sempurna
Ciri-ciri pasar persaingan sempurna :
·         Adanya penjual dan pembeli yang sangat banyak
·         Produk yang dijual perusahaan adalah sejenis (homogen)
·         Perusahaan bebas untuk mesuk dan keluar
·         Para pembeli dan penjual memiliki informasiyang sempurna

B.      Di Pasar Monopolistik
·         Banyak pejual atau pengusaha dari suatu produk yang beragam
·         Produk yang dihasilkan tidak homogen
·         Ada produk substitusinya Keluar atau masuk ke industri relatif mudah
·         berbeda-beda sesuai dengan keinginan penjualnya

C.      Di Pasar Monopsoni
Disini ada penjual banyak tetapi hanya ada satu Pembeli.

D.      Di Pasar Oligopoli
Oligopoli adalah struktur pasar dimana hanya ada beberapa perusahaan(penjual) yang menguasai pasar  . Dua strategi dasar untuk Koperasi dalam pasar oligopoli yaitu strategi harga dan nonharga.
Untuk menghindari perang harga, perusahaan akan mengadakan product defferentiation dan memperluas pasar dengan cara melakukan kegiatan advertensi, membedakan mutu dan bentuk produk.
·         Penawaran Harga yang bersifat Predator
·         Price Leadership

BAB 12
PEMBANGUNAN KOPERASI

Pembangunan Koperasi di Negara Berkembang
Kendala yang dihadapi masyarakat :
  1. Perbedaan pendapat masayarakat mengenai Koperasi
  2. Cara mengatasi perbedaan pendapat tersebut dengan menciptakan 3 kondisi yaitu :
    1. Koqnisi
    2. Apeksi
    3. Psikomotor
  3. Masa Implementasi UU No.12 Tahun 1967
Tahapan membangun Koperasi :
  1. Ofisialisasi
  2. De-ofisialisasi
  3. Otonomisasi
  4. Misi UU No.25 Tahun 1992
merupakan gerakan ekonomi rakyat dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, adil,  makmur berlandaskan Pancasila dan UUD 1945.

Tahapan Pembangunan Koperasi di Negara Berkembang menurut A. Hanel, 1989
Tahap I            :  Pemerintah mendukung perintisan pembentukan organisasi koperasi.
Tahap II           :  Melepaskan ketergantungan kepada sponsor dan pengawasan teknis, manajemen
 dan  keuangan secara langsung dari pemerintah dan atau organisasi yang dikendalikan oleh pemerintah.
Tahap III          :  Perkembangan koperasi sebagai organisasi koperasi yang mandiri.





Referensi